Teknik Kimia : Pelatihan pembuatan kecap dari lamtoro (Leucaena leucocephala) sebagai bahan baku pengganti kedelai kepada Masyarakat Desa Kaliploso, Cluring, Banyuwangi.

Senin (16 Mei 2022). Tim Dosen dan Mahasiswa Teknik Kimia Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Banyuwangi melakukan sosialisai dan pelatihan pembuatan kecap dari lamtoro yang di kemas dalam Program Pengabdian kepada masyarakat ke Desa kaliploso, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi. Sasarannya adalah ibu-ibu PKK Desa Kaliploso. Metode pelaksanaan program diawali dengan sosialisasi potensi lamtoro yang di sampaikan oleh Ratri sekaringgalih, ST. MT. dan di lanjutkan dengan pelatihan produksi kecap dari lamtoro oleh Alif Nur Laili Rachmah, ST. MT. Tujuan dari pelaksanaan program ini untuk meningkatkan kreasi masyarakat Desa kaliploso dengan pemanfaatan biji lamtoro sebagai alternatif kedelai untuk bahan dasar pembuatan kecap.

Ketersediaan pohon lamtoro yang melimpah bahkan lamtoro merupakan tumbuhan yang liar, akan tetapi melimpahnya biji lamtoro tersebut kurang dimanfaatkan oleh penduduk setempat. Sehingga, sebagian biji lamtoro di biarkan menua dan kering di pohonnya sehingga banyak berjatuhan. Padahal, biji lamtoro merupakan jenis polong-polongan yang mengandung protein cukup tinggi sehingga memiliki potensi yang cukup besar untuk menyumbang zat gizi, serta biji lamtoro mempunyai kandungan protein yang tidak jauh berbeda dengan kedelai. Perlu diketahui bahwa Kurang Kalori-Protein (KKP) merupakan salah satu masalah gizi di Indonesia. Berbagai usaha telah dilakukan untuk menanggulangi masalah tersebut, antara lain memanfaatkan sumber daya hayati melalui penganekaragaman menu makanan.

Dari kondisi tersebut, tim dosen dan mahasiswa Teknik kimia melakukan sharing ilmu untuk membuat suatu inovasi baru yang akan membantu masyarakat desa Kaliploso dengan memanfaatkan potensi yang ada di daerah tersebut. Biji lamtoro ini, akan di olah dan di jadikan suatu produk kecap yang nantinya dapat di gunakan sebagai daya Tarik untuk meningkatkan pendapatan penduduk setempat selain mata pecaharian utama mereka yaitu sebagai petani buah-buahan.

Pembutan kecap dari lamtoro ialah dengan proses fermentasi menggunakan enzim bromelin dari nanas dengan tingkat kematangan sedang yang berfungsi sebagai enzim proteolitik yang memecah protein menjadi asam amino. Kecap dari lamtoro di produksi dengan 3 macam varian rasa, yaitu asin, manis dan pedas. Produk kecap yang dihasilkan sangat kental. Warna kecap adalah hitam kecoklatan. Rasa kecap yang dihasilkan enak. Aroma yang dihasilkan sedap. Kualitas kecap yang dihasilkan dipengaruhi oleh efektifitas kerja enzim bromelin, sterilitas selama fermentasi dan komposisi bumbu.

Tim Dosen: Yuni Susanti, Ayu Qurota A’yun, Ansori

@Alif_nlr

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *